emerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dalam memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, terutama pasokan protein hewani, sehingga kondisi stok pangan di Jakarta Aman menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Melalui kolaborasi strategis antara Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) bersama BUMD pangan seperti PT Dharma Jaya, pemerintah telah mengamankan cadangan daging sapi dan ayam dalam jumlah yang sangat mencukupi untuk memenuhi lonjakan permintaan. Langkah proaktif ini diambil untuk memberikan rasa tenang kepada warga ibu kota agar tidak perlu melakukan aksi borong (panic buying), mengingat rantai distribusi dari produsen hingga ke pasar-pasar tradisional telah dipetakan dengan sangat detail untuk mencegah hambatan logistik.
Berdasarkan data terkini yang dihimpun pada hari Kamis, 12 Februari 2026, stok daging sapi beku yang tersimpan di gudang pendingin (cold storage) milik daerah telah mencapai lebih dari 5.000 ton, sementara pasokan daging ayam dipastikan stabil dengan pengiriman rutin dari wilayah mitra penyangga di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Penjabat Gubernur DKI Jakarta bersama jajaran terkait telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik distribusi utama, termasuk Rumah Potong Hewan (RPH) Cakung, guna memastikan tidak ada kendala teknis. Untuk menjamin kelancaran alur barang, aparat kepolisian dari Satgas Pangan Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dikerahkan untuk mengawal truk-truk pengangkut pangan dari pelabuhan dan perbatasan kota menuju pusat pergudangan. Pengawasan ketat ini memastikan bahwa jalur logistik di Jakarta Aman dari gangguan pungutan liar maupun hambatan lalu lintas yang dapat memicu kenaikan harga akibat keterlambatan pasokan.
Selain pengawasan distribusi, aspek keamanan harga di tingkat pedagang eceran juga menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Petugas dari PD Pasar Jaya secara harian melakukan pemantauan harga di 153 pasar yang tersebar di lima wilayah kota administrasi. Jika ditemukan fluktuasi harga yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan skema Operasi Pasar dan Pasar Murah yang akan dilaksanakan di setiap kantor kelurahan secara bergilir. Aparat kepolisian di tingkat Polsek juga turut membantu melakukan pemantauan di lapangan guna mengantisipasi adanya oknum yang mencoba melakukan penimbunan barang secara ilegal di tengah meningkatnya kebutuhan warga. Sinergi antara pemerintah dan aparat keamanan ini dilakukan demi menjaga stabilitas ekonomi daerah, sehingga masyarakat tetap merasa Jakarta Aman dan kondusif dalam menyambut hari besar keagamaan.
