Satu Pemukiman Rusak di Bandung Barat Alami Pergerakan Tanah

Bandung Barat, Jawa Barat – Kabar memprihatinkan datang dari Bandung Barat. Sebuah pemukiman warga dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat pergerakan tanah yang signifikan. Peristiwa ini menyebabkan sejumlah rumah retak, ambles, bahkan terancam roboh, memaksa warga mengungsi demi keselamatan.

Peristiwa pergerakan tanah ini terjadi pada Sabtu, 2 Maret 2025, dan dampaknya mulai terlihat jelas sejak dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tempat kejadian berlokasi di Kampung Cihideung, Desa Sukatani, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut laporan warga dan pantauan awal di lapangan, pergerakan tanah ini menyebabkan retakan besar pada dinding rumah, lantai ambles, hingga beberapa rumah terancam roboh. Kondisi ini membuat rumah-rumah menjadi tidak layak huni dan membahayakan keselamatan jiwa warga Kampung Cihideung.

Kronologi kejadian pergerakan tanah ini diduga diawali dengan getaran kecil yang dirasakan warga sekitar pukul 23.00 WIB pada Jumat malam. Keesokan harinya, Sabtu pagi, retakan-retakan mulai terlihat di beberapa rumah, dan pergerakan tanah semakin parah hingga menyebabkan kerusakan signifikan pada siang harinya. Beberapa faktor diduga menjadi pemicu pergerakan tanah ini, di antaranya curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir yang membuat kondisi tanah menjadi labil.

Nama pemukiman yang terdampak pergerakan tanah ini adalah Kampung Cihideung. Saat ini, warga yang rumahnya rusak atau terancam telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, baik ke rumah kerabat maupun fasilitas pengungsian sementara yang disediakan oleh pemerintah setempat.

Pemerintah daerah Bandung Barat dan instansi terkait telah melakukan peninjauan ke lokasi pergerakan tanah untuk mengidentifikasi dampak kerusakan dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Langkah-langkah penanganan darurat, seperti evakuasi dan penyediaan logistik, menjadi prioritas utama.

Peristiwa pergerakan tanah di Kampung Cihideung, Bandung Barat ini menjadi pengingat akan potensi bencana geologis yang dapat terjadi, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang rentan. Penelitian lebih lanjut mengenai penyebab pasti pergerakan tanah dan upaya mitigasi jangka panjang perlu segera dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.