Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali mengeluarkan Peringatan Dini Banjir bagi warga yang tinggal di bantaran kali. Curah hujan tinggi yang diprediksi akan mengguyur wilayah hulu, Bogor dan sekitarnya, serta sebagian besar Jakarta, berpotensi meningkatkan debit air sungai secara signifikan. Warga di area rawan diimbau untuk meningkatkan kesiagaan dan persiapan sejak malam ini.
Peringatan Dini Banjir ini didasarkan pada informasi terkini dari BMKG dan pos pantau ketinggian air di hulu. Kenaikan status Bendung Katulampa atau Pos Depok secara drastis menjadi indikator utama. Hal ini berarti air kiriman dari Bogor diperkirakan akan tiba di Jakarta dalam beberapa jam ke depan, memicu kenaikan muka air di kali-kali besar.
Area yang menjadi prioritas dalam Peringatan Dini Banjir ini meliputi permukiman di sepanjang bantaran Kali Ciliwung, Kali Krukut, Kali Pesanggrahan, dan kali-kali lain yang sering meluap. Warga di Kelurahan Rawajati, Bidara Cina, Kampung Melayu, Pejaten Timur, dan Kebon Baru di Jakarta Selatan serta Jakarta Timur diminta untuk lebih waspada.
BPBD DKI Jakarta menginstruksikan para lurah dan camat di wilayah terdampak untuk segera menyebarkan informasi Peringatan Dini Banjir ini kepada warganya. Pengumuman melalui pengeras suara di masjid, grup komunikasi warga, dan media sosial menjadi cara efektif untuk memastikan informasi tersampaikan secara cepat dan merata.
Selain informasi, BPBD juga menyiagakan petugas dan peralatan di titik-titik rawan banjir. Perahu karet, tim evakuasi, dan posko pengungsian sementara telah disiapkan untuk mengantisipasi skenario terburuk. Peringatan Dini Banjir ini bertujuan agar masyarakat punya waktu cukup untuk mempersiapkan diri dan melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan.
Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan pribadi, pakaian ganti, makanan ringan, dan kebutuhan dasar lainnya. Mematikan aliran listrik di rumah sebelum meninggalkan lokasi juga merupakan langkah penting untuk menghindari korsleting atau bahaya lainnya saat Peringatan Dini Banjir dikeluarkan.
Tidak hanya mengandalkan pemerintah, partisipasi aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan. Warga diharapkan tidak membuang sampah ke sungai dan bergotong royong membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing. Langkah-langkah kecil ini sangat membantu dalam meminimalisir dampak luapan air saat Peringatan Dini Banjir terjadi.
