Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir ibu kota. Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan secara intensif adalah penambahan dan optimalisasi fungsi pompa-pompa air di berbagai titik rawan. Langkah strategis ini diharapkan dapat secara signifikan membantu atasi banjir rob yang sering mengganggu aktivitas masyarakat dan merusak infrastruktur.
Menurut keterangan pers dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang disampaikan pada hari Rabu, 7 Mei 2025 di kantor dinas, Pemprov telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan 15 unit pompa air baru berkapasitas besar. Pompa-pompa ini rencananya akan ditempatkan di wilayah Jakarta Utara, yang menjadi area paling rentan terhadap dampak banjir rob. Selain penambahan unit baru, Pemprov juga melakukan pemeliharaan dan perbaikan menyeluruh terhadap pompa-pompa eksisting untuk memastikan seluruh infrastruktur berfungsi optimal dalam upaya atasi banjir.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Bapak Asep Kurniawan, dalam konferensi pers yang diadakan pada pukul 10.00 WIB menjelaskan bahwa persiapan ini merupakan respons proaktif terhadap prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi peningkatan tinggi muka air laut dalam beberapa bulan ke depan. Beliau menambahkan bahwa sinergi antara Dinas SDA, BPBD DKI Jakarta, dan pemerintah kota administrasi di wilayah pesisir terus diperkuat untuk atasi banjir rob secara komprehensif. Pada hari Senin, 5 Mei 2025, simulasi penanganan banjir rob juga telah dilakukan di kawasan Muara Angke melibatkan berbagai unsur terkait.
Lebih lanjut, laporan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta pada hari Kamis, 8 Mei 2025, menyebutkan bahwa personel juga disiagakan untuk membantu proses evakuasi warga jika terjadi banjir rob. Koordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan di wilayah rawan terus dilakukan untuk memastikan informasi peringatan dini sampai kepada masyarakat. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam infrastruktur pengendalian banjir, termasuk pompa, tanggul, dan sistem drainase, sebagai upaya berkelanjutan untuk atasi banjir rob dan melindungi warga ibu kota.
