Parah! Jakarta Menjadi Polusi Terburuk Ketiga di Dunia

Kabar buruk kembali menghampiri Jakarta terkait kualitas udara. Pada Kamis pagi, 10 April 2025, indeks kualitas udara (AQI) di ibu kota DKI Jakarta mencatatkan angka yang mengkhawatirkan, menempatkannya sebagai kota dengan polusi terburuk ketiga di dunia. Data dari berbagai platform pemantau kualitas udara menunjukkan bahwa konsentrasiParticulate Matter 2.5 (PM2.5) di Jakarta berada pada level yang tidak sehat.

Data dan Kondisi Terkini

Berdasarkan pantauan terkini pada Kamis pagi, 10 April 2025, pukul 07.00 WIB, indeks AQI Jakarta berada di angka 152, menurut data dari Kompas.com. Angka ini termasuk dalam kategori “Tidak Sehat,” yang berarti kualitas udara dapat berdampak buruk pada kesehatan. Bahkan, platform lain seperti IQAir sempat menempatkan Jakarta di posisi tiga besar kota dengan udara terburuk secara global.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan mengulang tren buruk yang sering terjadi di Jakarta, terutama saat musim kemarau. Konsentrasi polutan PM2.5 yang tinggi menjadi perhatian utama, karena partikel halus ini dapat dengan mudah masuk ke dalam sistem pernapasan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Penyebab Utama Polusi di Jakarta

Buruknya kualitas udara di Jakarta disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:

  • Emisi Kendaraan Bermotor: Jumlah kendaraan bermotor yang tinggi menjadi penyumbang utama polusi udara, terutama pada jam-jam sibuk.
  • Emisi Industri: Aktivitas industri di sekitar Jakarta juga berkontribusi terhadap pelepasan polutan ke udara.
  • Pembakaran Sampah: Pembakaran sampah secara terbuka masih menjadi masalah di beberapa wilayah Jakarta.
  • Faktor Meteorologi: Kondisi cuaca, terutama saat musim kemarau dengan angin yang cenderung tenang, dapat memerangkap polutan di атмосферa Jakarta.

Dampak Kesehatan dan Imbauan

Kualitas udara yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Paparan polusi udara dapat memicu gangguan pernapasan, asma, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan bahkan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Dalam kondisi kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat diimbau untuk:

  • Membatasi aktivitas di luar ruangan.
  • Menggunakan masker saat berada di luar ruangan.
  • Menutup jendela dan pintu untuk menghindari masuknya polusi ke dalam rumah.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org