Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Sabtu, 12 April 2025 – Sebuah insiden kekerasan yang sangat disayangkan terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Lima orang pria yang diduga kuat berada di bawah pengaruh narkoba nekat melakukan pengeroyokan terhadap seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang sedang bertugas melakukan penertiban. Akibat aksi brutal di bawah pengaruh narkoba tersebut, anggota Satpol PP mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Kelima pelaku kini telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, insiden bermula ketika anggota Satpol PP tersebut sedang melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar aturan di kawasan Tanah Abang. Tiba-tiba, sekelompok pria yang diduga dalam kondisi pengaruh narkoba menghampiri petugas dan melakukan provokasi. Tanpa alasan yang jelas, kelima pria tersebut langsung melakukan pengeroyokan terhadap anggota Satpol PP yang sedang menjalankan tugasnya. Aksi pengeroyokan di bawah pengaruh narkoba ini berlangsung cukup brutal hingga akhirnya petugas lain dan warga sekitar berhasil melerai kejadian tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, S.I.K., M.Si., membenarkan adanya insiden pengeroyokan terhadap anggota Satpol PP tersebut. “Kami telah mengamankan lima orang pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kuat dugaan bahwa para pelaku berada di bawah pengaruh narkoba saat melakukan aksinya,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat pada Minggu dini hari. Pihaknya juga mengecam keras tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas dan memastikan akan menindak tegas para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.
Anggota Satpol PP yang menjadi korban pengeroyokan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka yang dideritanya. Pihak kepolisian akan melakukan tes urine terhadap kelima pelaku untuk memastikan apakah mereka benar berada di bawah pengaruh narkoba saat melakukan pengeroyokan. Kasus ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan Pemprov DKI Jakarta dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
